Berita

BIMBINGAN TEKNIS PENANGANAN PERKARA TINDAK PIDANA UMUM SECARA VIRTUAL

25/02/21 - penkumkejatikepri - JAKSA AGUNG MUDA BIDANG TINDAK PIDANA UMUM MEMBERIKAN BIMBINGAN TEKNIS PENANGANAN PERKARA TINDAK PIDANA UMUM SECARA VIRTUAL
Hari Kamis tanggal 25 Pebruari 2021 dimulai pukul 08.00 WIB Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Dr. FADIL ZUMHANA, SH.MH. didampingi Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum YUNAN HARJAKA,SH.MH. memberikan Bimbingan Teknis penanganan perkara tindak pidana umum yang diikuti oleh para Kepala Kejaksaan Tinggi, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi, Asisten Tindak Pidana Umum, dan Kepala Kejaksaaan Negeri serta para Jaksa baik struktural maupun fungsional di seluruh Indonesia.
Bimbingan Teknis tersebut dilakukan secara virtual yakni menggunakan teknologi informasi berupa aplikasi “zoom meeting” dan diikuti oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau HARI SETIYONO, SH.MH., didampingi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi yang baru Dr. PATRIS YUSRIAN JAYA, SH.MH. para Asisten, Kabag TU, Koordinator dan para pejabat struktural serta Jaksa Fungsional di lingkungan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau bertempat di ruang Vicon Kantor Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.
Jampidum FADIL ZUMHANA dalam arahannya mengingatkan pentingnya profesional dan integritas jaksa dalam menangani suatu perkara karena Jaksa adalah pemilik perkara berdasarkan “asas dominus litis”, yang berarti tidak ada badan lain yang berhak melakukan penuntutan selain Penuntut Umum yang bersifat absolut. Bahwa dapat tidaknya dilakukan penuntutan terhadap suatu perkara tindak pidana hasil penyidikan adalah mutlak wewenang Penuntut Umum, oleh karena itu jaksa yang menangani perkara harus mempedomani Surat Edaran Jampidum Nomor : SE-3/E/Ejp/12/2020 tentang Petunjuk Jaksa (P-19) pada Tahap Pra Penuntutan Dilakukan Satu Kali Dalam Penanganan Perkara Tindak Pidana Umum. Selain itu, diperlukan koordinasi yang intensif dengan penyidik guna menghindari bolak balik berkas perkara dan lamanya proses penanganan perkara. Selanjutnya Jampidum mengingatkan kepada para Jaksa agar sungguh-sungguh mempelajari &mempedomani ketentuan tentang “Restorative Justice” sehingga tidak salah kaprah dalam penerapannya sesuai hati nurani.Acara dengan menerapkan protokol Covid-19.