Diduga Merugikan Keuangan Negara Sebesar 208 Milyar, Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau Menaikkan Status Penyelidikan Ke Penyidikan Terkait Dugaan Tipikor Penempatan Askes Dan Tunjangan Hari Tua PNS Kota Batam Tahun 2007 – 2012

korupsi

Pada hari Senin, 31 Juli 2017 sekitar pukul 15.00 wib, bertempat di Kantor Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Bapak Yunan Harjaka, S.H., M.H.) dihadapan wartawan media cetak, elektronik dan Online telah mengumumkan (Press Release) tentang dinaikkannya status penyelidikan ke penyidikan terkait dugaan Tindak pidana korupsi Penempatan Asuransi Kesehatan Dan Tunjangan Hari Tua Pns Kota Batam Pada PT . Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya (PT. BAJ)

Peningkatan status ini dilakukan setelah tim penyidik Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau menemukan alat bukti cukup kuat adanya dugaan korupsi yang penyelidikannya dilakukan sejak April 2017 lalu,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Bapak Yunan Harjaka, S.H., M.H.) didampingi Wakajati (Bapak Asri Agung Putra, S.H., M.H.), Aspidsus (Ferrytas S.H., M.H., Msi.), Asintel ( Martono S.H., M.H.) serta sejumlah penyidik.
Fakta hasil Penyelidikan : Bahwa dalam rangka meningkatkan jaminan kesehatan dan tunjangan hari tua bagi PNS dan tenaga harian lepas kota Batam yang tertuang dalam Perda Kota Batam No. 09 Tahun 2006 tentang APBD Kota Batam tahun Anggaran 2007, khusus menyangkut mata anggaran Asuransi Kesehatan dan Tunjangan Hari Tua bagi PNS dan Tenaga Harian Lepas Kota Batam Yang Ditempatkan Pada PT. Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya sejak tanggal 31 Juli 2007 s/d 31 Juli 2012, penempatan dana asuransi tersebut tidak dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga telah ditemukan adanya peristiwa pidana Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang diatur dalam UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang ” Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi”. Atas penyelenggaraan Asuransi Kesehatan dan Tunjangan Hari Tua bagi PNS dan Tenaga Harian Lepas Kota Batam Yang Ditempatkan Pada PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya diduga merugikan keuangan Negara sebesar Rp 208.209.250.000,-(dua ratus depalan milyar dua ratus sembilan juta dua ratus lima puluh ribu rupiah).
Bahwa hasil penyelidikan telah ditingkatkan ke penyidikan dengan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau yaitu :
– Surat Perintah Penyidikan Nomor : 204/N. 10.1/Fd. 1/07/2017, tanggal 19 Juli 2017 tentang dugaan Tindak Pidana Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang atas penyalahgunaan dana penyelenggaraan asuransi Kesehatan dan tunjangan hari tua bagi Pegawai Negeri Sipil dan Tenaga Harian Lepas pada Pemerintah Kota Batam yang ditempatkan pada PT.Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya (dalam pailit).
– Surat Perintah Penyidikan Nomor : 205/N. 10.1/Fd. 1/07/2017, tanggal 19 Juli 2017 tentang dugaan Tindak Pidana Korupsi atas penyalahgunaan dana penyelenggaraan asuransi Kesehatan dan Tunjangan Hari Tua bagi Pegawai Negeri Sipil dan Tenaga harian lepas Pemerintah Kota Batam yang ditempatkan pada PT.Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya (dalam pailit).

JPI

dihadapan wartawan media cetak, elektronik dan Online Kajati mengumumkan (Press Release)

author
No Response

Leave a reply "Diduga Merugikan Keuangan Negara Sebesar 208 Milyar, Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau Menaikkan Status Penyelidikan Ke Penyidikan Terkait Dugaan Tipikor Penempatan Askes Dan Tunjangan Hari Tua PNS Kota Batam Tahun 2007 – 2012"