Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau Selamatkan Kerugian Negara Sebesar Rp. 1.100.000.000,- (satu miliar seratus juta rupiah)

Setelah mengumumkan Penetapan Tersangka Perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Pemberian Dana Hibah dari IMG-20170411-WA0002 pemerintah Kabupaten Natuna Kepri kepada UPBJJ (Universitas Terbuka) Pokjar Ranai Natuna Tahun Anggaran 2011, selanjutnya pada hari yang sama (Selasa, 11 April 2017) Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri (YUNAN HARJAKA, S.H., M.H) kembali mengumumkan adanya pengembalian kerugian Negara Sejumlah Rp.1.100.000.000,- ( Satu Milyar Seratus Juta Rupiah ) oleh salah satu Tersangka yaitu Ir. WAHYU NUGROHO, MA Bin HASYIM. ( Pit. Ka. BPKD Kabupaten Natuna / Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Natuna tahun 2011).
Pengembalian kerugian Negara tersebut merupakan tindak lanjut dari penyidikan Perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi dana hibah kepada KONI Natuna Kepri tahun 2011 dengan total kerugian negara sekitar Rp.1,1 miliar, yang mana dalam perkara tersebut Penyidik Kejati Kepri pada tanggal 16 Februari 2017 telah menetapkan dua orang tersangka yaitu DEFRI EDASA, SIP Bin EDWAR (Ketua Harian KONI Kabupaten Natuna / Kepala Seksi Liputan dan Olahraga Pusat Pemberitaan pada Kantor LPPRRI Jakarta tahun 2011) dan Ir. WAHYU NUGROHO, MA Bin HASYIM (Plt. Ka. BPKD Kabupaten Natuna / Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Natuna tahun 2011). Keterlibatan kedua tersangka dalam perkara tersebut yaitu saat Pemerintah Kabupaten Natuna mengalokasikan anggaran dana hibah untuk KONI Natuna masa bakti 2006 – 2010. Dalam pencairan dana hibah kepada KONI Natuna tersebut, seharusnya KONI Natuna sudah tidak berhak lagi memerima bantuan dana hibah lagi dari Pemerintah Daerah Natuna Kepri. Namun Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna justru mencairkan kembali dana bantuan hibah kepada KONI ke Rekening KONI Natuna pada Tanggal 26 Januari 2011 sebesar Rp.1,1 miliar, dimana pencairan tersebut tidak sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sehingga negara mengalami kerugian sebesar Rp. Sejumlah Rp.1.100.000.000,- (Satu Milyar Seratus Juta Rupiah ) dan pada hari Senin, 10 Februari 2017, kerugian tersebut telah dikembalikan seluruhnya oleh Ir. WAHYU NUGROHO, MA Bin HASYIM.
Terhadap para Tersangka disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) Atau pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

author
No Response

Leave a reply "Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau Selamatkan Kerugian Negara Sebesar Rp. 1.100.000.000,- (satu miliar seratus juta rupiah)"